PERANAN ORANGTUA TERHADAP KEBERHASILAN ANAK


Latar Belakang Masalah
Krisis multidimensional yang melanda bangsa Indonesia tidak kunjung berakhir. Melalui media massa elektronik maupun cetak, dapat diperoleh gambaran, betapa krisis itu telah sangat akut. Berbagai persoalan sosial seperti KKN, anarkisme, lunturnya budi pekerti dan nasionalisme, silih berganti dapat disaksikan pada media massa. Hal mendasar yang menjadi akar dari persoalan sosial tersebut adalah adanya krisis moral dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat.
Untuk itu, perlu adanya upaya yang riil dan sistematis guna memecahkan maupun mengantisipasi persoalan tersebut, agar tidak menjalar pada generasi selanjutnya. Maka sudah menjadi keharusan untuk menanamkan nilai ahklakul karimamah pada anak-anak sejak usia dini, melalui berbagai media pendidikan dilingkungan keluarga, masyarakat, ataupun lembaga pendidikan formal. Seperti halnya firman Allah SWT, pada surat at Tahrim ayat 6:
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, perihalalah dirimu dan keluargamu dari api neraka … (at Tahrim: 67: 6)
Menurut Zakiah Daradjat, bahwa perkembangan agama pada anak sangat ’ditentukan oleh pendidikan dan pengalaman yang dilaluinya, terutama pada masa-masa pertumbuhan yang pertama (masa anak) umur 0-12 tahun. Masa ini merupakan masa yang sangat menentukan bagi pertumbuhan dan perkembangan agama anak untuk masa berikutnya. Dan yang paling berperan dalam hal ini adalah orang tua dalam keluarga. Karena itu, anak yang tidak pernah mendapat didikan agama dan tidak pula mempunyai pengalaman keagamaan, maka setelah dewasa ia akan cenderung kepada sikap negatif terhadap agama, demikian sebaliknya.
Fenomena yang cukup menggembirakan, dalam era globalisasi ini, perhatian orang tua terhadap pendidikan anaknya sangat meningkat tajam, terutama mengenai masalah pendidikan agama, dimana lembaga pendidikan yang menawarkan program pendidikan plus kurikulum pendidikan agama (Islam) melalui program full day school selalu “diserbu” orang tua yang menginginkan anaknya diterima di lembaga pendidikan tersebut walaupun dengan biaya yang tidak sedikit. Fenomena ini disebabkan kegamangan orang tua mengenai penetrasi globalisasi budaya baru, gaya hidup yang tak lagi mengenal batas wilayah, tradisi dan gaya baru cara berkawan yang mendesakralisasikan pergaulan kaum muda, dan telah merongrong dan mengeroposkan spiritualisasi kaum muda.....................Kumplit silahkan

ARTIKEL DALAM SATU LABEL



1 komentar:

rahmi_ar mengatakan...

manfaat banged buat anak FKIP nih

 
 
 
 
PIN BB 262A70A2